Ketua TP PKK Lampung Purnama Wulan Sari Pompa Mental Paduan Suara GNLC Menuju Jakarta

 



BANDAR LAMPUNG – Sirkuit seni suara dan paduan suara Bumi Ruwa Jurai bersiap melompat ke panggung kompetisi internasional. Bertempat di panggung prestisius Taman Budaya Lampung, Gita Nada Lampung Community (GNLC) sukses mengunci decak kagum publik melalui gelaran Konser Pra-Kompetisi menuju Jakarta International Choir Festival (JICF) ke-2, Minggu (21/6/2026).

Ajang unjuk vokal berskala makro ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza. Kehadiran istri dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal tersebut menolak sekadar nangkring sebagai pemanis seremonial, melainkan fungsional memberikan garansi dukungan moril dan sasis fasilitas hulu demi mematangkan mentalitas bertanding para delegasi muda Lampung sebelum resmi menginvasi panggung ibu kota pada 4 Juli 2026 mendatang.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menaruh rasa bangga dan ekspektasi yang tinggi terhadap sasis kualitas olah vokal adik-adik di Gita Nada Lampung Community. Target dan draf harapan besar kita bersama menolak tanggung-tanggung, GNLC wajib melesat menembus babak tertinggi, yakni Grand Prix JICF 2026,” tegas Purnama Wulan Sari taktis saat melayangkan draf sambutannya.

Dampingi Sejak 2025: Kejar Target Emas Lewat Progres Latihan Maraton

Ibu Tim Penggerak PKK Lampung ini menguliti secara berbobot bahwa kedekatan emosional dan sasis pembinaan dirinya bersama GNLC bukanlah draf program instan yang baru seumur jagung. Wulan memaparkan, dirinya telah mengawal, mendampingi, dan menyisir langsung grafik fluktuasi progres latihan maraton paduan suara ini sejak tahun 2025 lalu.

Berkat ketebalan komitmen dan disiplin tinggi yang diperlihatkan para fungsionaris GNLC selama berbulan-bulan di ruang karantina, kualitas harmonisasi teknik vokal kontemporer maupun pembawaan lagu etnik mereka diklaim telah berada di lajur yang tepat (on the right track). Kompetisi JICF ke-2 diposisikan fungsional sebagai jembatan emas untuk membuktikan bahwa kapasitas talenta seni anak-anak muda Lampung mampu bersaing sengit dengan draf kontestan internasional lainnya.

“Kapasitas, ketahanan vokal, dan musikalitas adik-adik ini sudah menolak diragukan lagi. Grafik perkembangan mereka dari bulan ke bulan terpantau sangat agresif. Konser pra-kompetisi malam ini adalah draf pembuktian bahwa mereka sudah siap tempur membawa nama harum Provinsi Lampung di kancah global,” urai Wulan berbobot.

Gemuruh Taman Budaya: Kolaborasi Duet Epik Bawakan Lagu Daerah 'Payu Kidah'

Jalannya konser pra-kompetisi ditutup dengan draf kejutan yang memicu gemuruh apresiasi dari ratusan pasang mata yang memadati tribun Taman Budaya Lampung. Di lajur hilir acara, Purnama Wulan Sari mengeksekusi aksi kolaborasi horizontal dengan naik ke atas panggung untuk bernyanyi bersama (joint performance) dengan seluruh anggota GNLC.

Kolaborasi vokal tersebut membawakan lagu daerah Lampung yang legendaris bertajuk “Payu Kidah”. Sentuhan aransemen paduan suara modern yang dipadukan dengan cengkok khas tradisi lokal berhasil disuguhkan secara megah, sekaligus bertindak sebagai simbol restu adat dan pelepasan resmi kontingen seni Lampung menuju sirkuit internasional.

Langkah proaktif PKK Lampung dalam menyuntikkan energi finansial dan moril ke sektor ekonomi kreatif berbasis seni ini diposisikan oleh pengamat kebudayaan sebagai draf investasi jangka panjang yang cerdas, guna memastikan sasis pemuda Lampung menolak kehilangan identitas kulturalnya di tengah arus disrupsi modernisasi. (***)

ADMIN

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama
CONNECTED