KMP Mutiara Persada 3 Mati Mesin 3 Hari, Komisi IV DPRD Lampung: Jangan Biarkan Kapal Tak Layak Berlayar!

  


BANDAR LAMPUNG – Sistem keselamatan transportasi laut di jalur penyeberangan nasional kembali mendapat sorotan tajam. Ratusan penumpang KMP Mutiara Persada 3 milik PT ALP Mutiara Persada dilaporkan berada dalam kondisi memprihatinkan setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin total dan terombang-ambing di perairan Kalianda, Lampung Selatan, sejak Kamis (14/5/2026) dini hari. Ketiadaan kepastian evakuasi hingga berhari-hari membuat situasi di atas kapal kian kritis.

Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Muhammad Ghofur, mengecam keras lambannya penanganan kedaruratan di jalur Merak–Bakauheni yang notabene merupakan salah satu lintasan penyeberangan tersibuk di Indonesia. Menurutnya, insiden ini harus menjadi alarm serius bagi otoritas terkait untuk mengevaluasi menyeluruh sistem penyelamatan, mekanisme rescue, hingga uji kelayakan armada agar kapal yang tidak layak operasi tidak dipaksakan berlayar demi mengejar keuntungan.

Kronologi peristiwa bermula sejak Rabu (13/5/2026), di mana jadwal keberangkatan kapal terus-menerus mengalami penundaan (delay). Proses pemuatan kendaraan baru rampung pukul 21.00 WIB, dan kapal akhirnya lepas jangkar pada Kamis pukul 04.30 WIB. Namun, baru beberapa jam berlayar, mesin kapal dilaporkan mengalami kerusakan berat dan mati total di tengah laut pada pukul 08.00 WIB. Pihak kru kapal sempat menjanjikan proses penderekan menuju Pelabuhan Panjang, namun hingga Minggu (17/5/2026), janji tersebut dinilai omong kosong oleh para penumpang yang terjebak.

Dampak dari kelalaian ini menghantam langsung 110 unit kendaraan ekspedisi beserta ratusan penumpang umum. Para sopir logistik kini berada di bawah tekanan besar akibat keterlambatan distribusi bahan pangan yang berpotensi memicu sanksi perusahaan, ditambah pembengkakan biaya operasional yang harus mereka tanggung sendiri selama terdampar.

Kondisi di dalam kapal semakin memilukan lantaran pasokan makanan, air bersih, dan fasilitas dasar mulai menipis, yang mulai mengganggu kesehatan fisik para penumpang, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Komisi IV DPRD Lampung mendesak agar proses evakuasi muatan dan penumpang segera dijadikan prioritas utama tanpa kompromi demi mencegah timbulnya korban jiwa.

ADMIN

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama
CONNECTED