BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengajak Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Provinsi Lampung untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat hilirisasi sektor peternakan. Sinergi ini diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah melalui modernisasi tata niaga ternak.
Hal tersebut ditegaskan Gubernur dalam acara Pelantikan Pengurus Wilayah ISPI Provinsi Lampung Periode 2026–2031 yang mengusung tema "Hilirisasi Peternakan Menuju Ketahanan Pangan Lampung dalam Mendukung Program Strategis Nasional" di Ballroom Hotel Aston, Sabtu (9/5/2026).
Gubernur Mirza memaparkan bahwa dengan luas lahan 3,3 juta hektare dan 60 persen penduduk yang bergantung pada sektor pertanian, Lampung memiliki modal besar untuk menjadi lumbung pangan. Melimpahnya komoditas pertanian menyediakan ketersediaan pakan yang luas, menjadikan Lampung salah satu produsen sapi, kambing, serta unggas terbesar di Indonesia. Namun, tantangan utama saat ini terletak pada tingginya biaya distribusi dan rantai pasok pakan yang belum efisien.
Sebagai solusi nyata, Gubernur menjelaskan melalui Program Desaku Maju, pemerintah daerah akan membangun sistem pengeringan jagung (dryer) langsung di desa-desa sentra produksi. Tahun ini ditargetkan distribusi hampir 200 unit dryer, dan akan terus ditingkatkan hingga 500 unit pada 2027-2028. Langkah ini bertujuan agar petani dapat mengolah hasil panen secara mandiri, menekan biaya logistik, dan merangsang lahirnya industri pakan ternak berbasis UMKM di tingkat desa.
Selain fokus pada ekonomi, Gubernur menekankan bahwa penguatan sektor peternakan adalah investasi kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyoroti angka konsumsi protein masyarakat Lampung yang masih di bawah rata-rata nasional, padahal Lampung adalah pemasok protein besar. Gubernur meminta ISPI berperan aktif dalam riset, inovasi teknologi budidaya, serta menjamin mutu keamanan pangan dan standar halal agar masyarakat lokal mendapatkan akses protein yang lebih baik.
Gubernur Mirza berharap ISPI Lampung di bawah kepengurusan baru ini menjadi "motor inovasi" yang mampu mendampingi peternak dalam mengadopsi teknologi terbaru. Kolaborasi antara keahlian ilmiah ISPI dan kebijakan pemerintah diharapkan dapat menciptakan ekosistem peternakan yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan demi kesejahteraan generasi masa depan Bumi Ruwa Jurai.