Bandara Radin Inten II Beroperasi Kembali, Layanan Pelayaran Selat Sunda Dipastikan Tetap Lancar

 


 BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung resmi mengembalikan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah mulai Rabu (9/9/2026). Keputusan ini diambil seiring membaiknya kondisi kualitas udara dan berkurangnya sebaran abu vulkanik akibat penurunan intensitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menjelaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada hasil evaluasi menyeluruh terkait pemantauan aktivitas vulkanik, parameter kualitas udara, serta kesiapan fasilitas umum di lapangan.

"Karena adanya perbaikan kualitas udara serta erupsi dengan durasi yang semakin pendek, kami memutuskan sekolah kembali melakukan pembelajaran tatap muka. Meski demikian, pihak sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan dan membatasi aktivitas di luar ruangan," ujar Wagub Jihan dalam konferensi pers di Pusdalops BPBD Provinsi Lampung, Selasa (8/9/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menambahkan bahwa selama dua hari pengalihan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), pihak sekolah bersama BPBD telah memfokuskan pembersihan sisa abu di lingkungan dan ruang kelas pada enam daerah terdampak, meliputi Bandar Lampung, Pringsewu, Pesawaran, Tanggamus, Lampung Selatan, dan Pesisir Barat.

Sektor Transportasi Udara Kembali Beroperasi Normal

Di sektor perhubungan, operasional Bandara Radin Inten II dilaporkan telah kembali normal sejak Selasa pukul 10.00 WIB setelah pengujian sampel paparan abu vulkanik (paper test) menunjukkan hasil negatif. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, mengonfirmasi sekitar 10 penerbangan telah melayani aktivitas take-off dan landing, sementara layanan pelayaran di Selat Sunda dipastikan tetap berjalan lancar tanpa penundaan.

Meskipun kondisi operasional dan pendidikan mulai pulih, sektor kesehatan mencatat sebanyak 2.416 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan debu vulkanik. Pemprov Lampung telah membentuk Tim Krisis Kesehatan serta menjamin ketersediaan logistik obat-obatan dan masker di seluruh puskemas.

Wagub Jihan mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan panic buying masker dan menegaskan agar para pedagang alat kesehatan tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga secara tidak wajar. Masyarakat juga diimbau untuk tetap mematuhi rekomendasi radius aman tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

ADMIN

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama