BANDAR LAMPUNG — Komisi V DPRD Provinsi Lampung mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah krusial guna mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah ancaman musim kemarau ekstrem serta fenomena El Nino yang melanda wilayah Indonesia.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa Sepulau Raya, menegaskan bahwa kondisi cuaca yang sangat panas dan kering membuat vegetasi di sekitar lahan menjadi sangat sensitif dan mudah terbakar. Dalam kondisi ekstrem seperti ini, percikan api kecil dari hal-hal sepele—seperti sampah rokok atau aktivitas pembakaran yang tidak dipantau—dapat dengan cepat memicu kobaran api besar.
"Ini El-Nino sudah mulai, artinya dampak kemarau panjang itu akan melanda Indonesia. Jadi kita harus antisipasi, karena kemarin di pinggir Jalan Raya Alam Suci sudah terjadi kebakaran lahan, itu mungkin penyebabnya ada yang buang puntung rokok atau menyalakan api tanpa dipantau sehingga terjadi kebakaran," ujar Andika pada Jumat (13/8/2026).
Mengingat embusan angin yang kencang di musim kemarau dapat mempercepat penyebaran api di atas lahan kering, Andika secara khusus meminta pengendara maupun warga lokal untuk lebih bertanggung jawab saat membuang sisa pembakaran.
"Kita jangan buang puntung rokok ataupun menyalakan api sembarangan, karena dampak cuaca sangat panas dan juga angin itu dapat menyebarkan api dengan cepat," katanya menegaskan.
Selain menekankan pentingnya kesadaran menjaga lingkungan dari bahaya Karhutla, politisi ini juga mengajak masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi mandiri sejak dini. Salah satu upaya konkret yang disarankan adalah menyediakan sumber air darurat, seperti sumur bor kecil di sekitar area permukiman atau lahan yang rawan.
"Kita harus sama-sama menjaga lingkungan dari bahaya El Nino yang berkepanjangan. Dampak kekeringan ini perlu diantisipasi oleh masyarakat, salah satunya dengan menyediakan sumur bor sebagai sumber air jika terjadi kebakaran," tuturnya.
Di sisi lain, Andika memastikan bahwa pihak pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi dampak fenomena iklim global ini. Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menekan dampak buruk kekeringan berkepanjangan di Lampung.
"Pemerintah juga tidak tinggal diam. Ke depan, modifikasi cuaca dapat menjadi salah satu upaya untuk menghadapi dampak El Nino," pungkas Andika.