Hadapi Ancaman Gempa dan Tsunami, BMKG Edukasi Masyarakat Pesisir Barat Lewat Sekolah Lapang

 


PESISIR BARAT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) Tahun 2026 di Aula SMA Negeri 1 Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang digelar bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memahami karakteristik gempa bumi dan tsunami, sekaligus memperkuat budaya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah pesisir.


Melalui kegiatan ini, BMKG memberikan edukasi mengenai mitigasi bencana, sistem peringatan dini, hingga langkah-langkah penyelamatan diri yang tepat saat terjadi gempa bumi maupun tsunami. Kabupaten Pesisir Barat dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena berada di kawasan pesisir barat Pulau Sumatera yang berhadapan langsung dengan zona subduksi, sehingga memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap bencana geologi.


Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PDI Perjuangan, Drs. H. Mukhlis Basri, M.Si., serta dihadiri Deputi Bidang Geofisika BMKG Dr. Nelly Florida Riama, M.Si., Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Dr. Teguh Rahayu, S.Kom., M.M., Kepala Biro Perencanaan BMKG Haryo Seno Pranandito, S.T., Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II Tangerang Selatan Dr. Hartanto, S.T., M.M., Koordinator BMKG Provinsi Lampung Nanang Buchori, S.P., M.Si., Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pesisir Barat Herdy Wilismar, S.H., M.M., unsur Forkopimda Kabupaten Pesisir Barat dan Lampung Barat, jajaran Pemkab Pesisir Barat, insan pers, serta para peserta Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami.


Dalam sambutannya, Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PDI Perjuangan, Drs. H. Mukhlis Basri, M.Si., menegaskan bahwa penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana merupakan investasi penting untuk melindungi keselamatan jiwa. Menurutnya, wilayah pesisir barat Sumatera memiliki karakteristik kebencanaan yang harus dipahami bersama sehingga edukasi seperti Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami menjadi langkah strategis dalam membangun masyarakat yang tangguh.


Mukhlis Basri mengatakan, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia berharap peserta dapat mengikuti setiap materi dengan baik dan menjadi penyambung informasi kepada masyarakat di lingkungan masing-masing agar budaya sadar bencana terus tumbuh hingga tingkat pekon.


Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr. Nelly Florida Riama, M.Si., menjelaskan bahwa Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami merupakan program BMKG yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami berbasis ilmu pengetahuan. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap informasi kebencanaan akan membantu masyarakat mengambil keputusan secara cepat dan tepat ketika terjadi situasi darurat.


Ia menambahkan, BMKG terus memperkuat sistem pemantauan dan peringatan dini yang didukung oleh jaringan sensor serta teknologi modern. Namun demikian, efektivitas sistem tersebut sangat bergantung pada kesiapan masyarakat dalam memahami informasi yang disampaikan serta melaksanakan prosedur evakuasi sesuai standar yang telah ditetapkan.


Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, menyampaikan apresiasi kepada BMKG yang secara konsisten menghadirkan program edukasi kebencanaan di daerah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami yang sewaktu-waktu dapat terjadi.


Bupati mengatakan bahwa Kabupaten Pesisir Barat merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan tinggi karena berada di sepanjang pesisir barat Pulau Sumatera yang berhadapan langsung dengan zona subduksi. Oleh sebab itu, peningkatan literasi kebencanaan harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memahami langkah penyelamatan diri, mampu melakukan evakuasi secara mandiri, serta dapat meminimalkan risiko ketika bencana terjadi.


Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat untuk terus memperkuat sinergi dengan BMKG, BNPB, BPBD, pemerintah pusat, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung berbagai program pengurangan risiko bencana. Menurutnya, kolaborasi yang kuat menjadi kunci untuk mewujudkan Kabupaten Pesisir Barat sebagai daerah yang tangguh, aman, dan siap menghadapi ancaman bencana di masa mendatang. (*) 

Redaksi

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama