Potong Biaya Logistik Tani, Pemprov Lampung Target Jalan Perbatasan Rampung Desember

 


LAMPUNG BARAT — Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan pembenahan konektivitas daerah terisolasi sebagai prioritas utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Langkah nyata ini diwujudkan lewat pengucuran anggaran masif senilai Rp45 miliar pada tahun anggaran 2026 yang dialokasikan khusus untuk merekonstruksi jaringan infrastruktur jalan di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS), Kabupaten Lampung Barat. Intervensi fiskal dari pemprov ini diproyeksikan menjadi solusi permanen atas persoalan tingginya biaya logistik pertanian yang selama ini mencekik margin pendapatan para petani lokal.

Komitmen strategis tersebut dipaparkan langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, di hadapan ribuan warga dalam kunjungan kerja dinas di halaman Kantor Kecamatan BNS. Hadir mendampingi dalam agenda tersebut, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus. Keduanya sepakat bahwa pembenahan interkoneksi jalan di wilayah barat Lampung ini memegang peranan krusial mengingat Suoh dan BNS merupakan klaster agraria penyumbang komoditas unggulan terbesar daerah, mulai dari sektor tanaman pangan padi hingga perkebunan kopi robusta, kakao, kelapa, dan pisang.

Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, melayangkan apresiasi tinggi atas keberpihakan kebijakan anggaran Pemprov Lampung di bawah kepemimpinan Rahmat Mirzani Djausal. Menurutnya, kerusakan jalan utama yang terjadi selama bertahun-tahun telah menjadi hambatan struktural yang melumpuhkan daya saing komoditas pertanian Lampung Barat di pasar regional. Hambatan akses transportasi berimbas pada keterlambatan distribusi panen serta membuat petani terpaksa menerima harga rendah akibat permainan spekulasi biaya angkut oleh tengkulak.

"Perbaikan infrastruktur jalan ini adalah jawaban atas penantian panjang masyarakat. Wilayah BNS dan Suoh adalah fondasi swasembada pangan kita, namun selama ini potensi ekonomi tersebut terhambat oleh akses jalan yang rusak parah. Dengan adanya komitmen anggaran senilai Rp45 miliar dari Pak Gubernur, biaya logistik angkutan hasil bumi dipastikan akan terpangkas signifikan, kualitas komoditas tetap terjaga hingga ke tangan konsumen, dan margin keuntungan yang diterima petani akan jauh lebih adil. Ini adalah bukti otentik dari kehadiran negara yang berpihak pada nasib rakyat kecil," urai Bupati Parosil Mabsus.

Menilik aspek teknis pelaksanaan di lapangan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal memaparkan bahwa pengerjaan proyek fisik ini mencakup lima ruas jalan strategis. Hingga awal Juli 2026, progres serapan dan pengerjaan konstruksi di lapangan telah menembus angka 20 persen dengan target penyelesaian mutlak pada Desember 2026. Dari lima koridor yang dibenahi, empat ruas difokuskan memecah kemacetan logistik internal di dalam Kecamatan BNS, sedangkan satu ruas utama diposisikan sebagai jalur konektivitas vital yang menghubungkan perbatasan Lampung Barat langsung menuju Provinsi Sumatera Selatan.

Guna memastikan lompatan produktivitas pertanian pasca-perbaikan jalan, Pemprov Lampung mengombinasikannya dengan kebijakan stimulus hulu. Bersamaan dengan pembangunan jalan, pemerintah menyalurkan bantuan stimulus berupa pupuk hayati cair massal, memfasilitasi pembangunan laboratorium mini agen hayati di setiap pemerintahan pekon (desa), serta mendistribusikan 10 unit mesin pengering (dryer) modern. Integrasi kebijakan infrastruktur logistik dan penguatan sarana produksi ini diharapkan mampu mengungkit indeks kesejahteraan petani sekaligus menjadikan Lampung Barat sebagai pilar utama lumbung pangan yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

ADMIN

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama