BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) resmi memulai pengerjaan infrastruktur strategis di wilayah Lampung Timur. Salah satu fokus utama adalah pembangunan Ruas Jalan Jabung - Labuhan Maringgai sepanjang 6,2 kilometer dengan alokasi anggaran mencapai Rp38,5 miliar, Senin (13/04/2026).
Proyek ini merupakan bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur jalan provinsi tahun 2026, yang menyasar empat ruas jalan utama di Lampung Timur.
Pengawasan Ketat pada Kualitas Pekerjaan
Ketua Fraksi PKS DPRD Lampung, Yusnadi, menegaskan komitmennya untuk mengawal jalannya proyek ini hingga tuntas. Ia mewanti-wanti pihak pelaksana agar tidak ada kompromi terhadap kualitas material maupun volume pengerjaan.
"Pembangunan ini harus benar-benar mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Jangan sampai ada pengurangan volume maupun kualitas pekerjaan. Kita ingin memastikan anggaran yang besar ini menghasilkan infrastruktur yang awet," tegas Yusnadi.
Ia menambahkan, jika dikerjakan sesuai spesifikasi dan dibarengi pemeliharaan rutin, jalan tersebut diproyeksikan memiliki masa pakai hingga 10 tahun, dengan syarat tonase kendaraan yang melintas tidak melebihi ambang batas 8 ton.
Sumber Pendanaan Strategis
Pembangunan jalan di wilayah Lampung Timur ini dibiayai melalui skema pinjaman Pemerintah Provinsi Lampung dengan total nilai mencapai Rp1 triliun. Skema pembiayaan ini diambil sebagai langkah percepatan untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat.
Dampak Positif bagi Ekonomi Petani
Yusnadi optimistis bahwa perbaikan akses transportasi ini akan memberikan dampak domino bagi kesejahteraan warga Lampung Timur, khususnya di sektor agraris.
"Dengan infrastruktur yang baik, distribusi hasil pertanian akan semakin lancar dan efisien. Hal ini krusial untuk menekan biaya logistik bagi para petani, sehingga secara langsung diharapkan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi mereka," jelas Yusnadi.
Program pembangunan jalan provinsi di Lampung Timur tahun 2026 ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendukung visi Lampung sebagai lumbung pangan nasional melalui ketersediaan jalur distribusi yang representatif.