Dua Bulan Menumpuk dan Berbau Menyengat, Pengunjung dan Atlet Desak Pembersihan Total Sampah di Kawasan GOR Lahat

  


LAHAT – Kondisi kebersihan di kawasan Taman Gelanggang Olahraga (GOR) Kabupaten Lahat semakin memprihatinkan. Selama hampir dua bulan terakhir, tumpukan sampah yang tidak kunjung diangkut telah menimbulkan aroma busuk menyengat menyerupai bau bangkai, yang mengganggu kenyamanan warga, atlet, hingga pengurus olahraga di lokasi tersebut, Rabu (15/04/2026).

Selain merusak estetika ruang publik, keberadaan sampah yang kian menggunung ini dikhawatirkan menjadi sumber penyakit bagi masyarakat yang rutin berolahraga dan bersantai di area favorit keluarga tersebut.

Keluhan Warga dan Terganggunya Aktivitas Olahraga

Ramdan (34), salah satu warga yang kerap mengunjungi taman di depan kantor KONI tersebut, mengungkapkan rasa kecewanya. Ia mengaku niat untuk berekreasi bersama keluarga seringkali urung akibat bau yang menusuk hidung, terutama saat cuaca panas.

"Kami mau bersantai di taman jadi malas karena sampah menumpuk dan bau bangkai. Ini lokasi favorit anak-anak, seharusnya pihak terkait segera bertindak agar kembali bersih dan nyaman," harapnya.

Senada dengan warga, Ketua KONI Kabupaten Lahat, Susiawan Rama, menegaskan bahwa kondisi ini sudah sangat mengganggu para atlet dan official yang sedang menjalani latihan rutin. Meski pihaknya sempat melakukan aksi gotong royong, volume sampah yang besar tetap memerlukan penanganan profesional dari instansi berwenang.

DLH Sebut Tanggung Jawab Berada di Dispora

Menanggapi polemik tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lahat memberikan klarifikasi terkait kewenangan pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Kabid B3 dan Ruang Terbuka Hijau DLH Lahat, H. Faizal, MM, mewakili Plt Kepala DLH H. Dodi Nasoha, MM, menegaskan bahwa kawasan internal KONI dan GOR bukan berada di bawah kendali teknis DLH.

“Untuk pengelolaan kebersihan di lingkungan KONI Lahat, termasuk Taman GOR, merupakan wewenang dan tanggung jawab penuh dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lahat,” ujar Faizal.

Desakan Solusi Lintas Sektoral

Ketidakjelasan eksekusi pengangkutan sampah di lapangan ini memicu desakan agar pemerintah daerah segera turun tangan memfasilitasi koordinasi antara Dispora dan DLH. Masyarakat berharap ego sektoral terkait kewenangan tidak mengorbankan fasilitas publik yang vital bagi kesehatan dan hiburan warga.

KONI Lahat pun berharap ada langkah konkret dalam waktu dekat sebelum tumpukan sampah tersebut berdampak lebih luas pada kesehatan lingkungan di sekitar pusat kegiatan olahraga tersebut.*Kuliah

ADMIN

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama
CONNECTED