KALIANDA — Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, memberikan catatan penting bagi seluruh elemen masyarakat mengenai korelasi langsung antara kebersihan lingkungan dengan kemajuan ekonomi daerah. Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa ambisi menjadikan Kalianda sebagai destinasi wisata unggulan hanya bisa tercapai jika kesadaran menjaga kebersihan telah menjadi budaya dasar warga.
Pesan ini disampaikan Bupati Egi di sela-sela kegiatannya di Kalianda, Rabu (11/2/2026), sebagai bentuk refleksi atas upaya pemerintah daerah menata wilayah agar lebih representatif bagi pendatang.
Kebersihan Sebagai Magnet Ekonomi
Bupati Egi menggarisbawahi logika sederhana dalam industri jasa dan pariwisata: kenyamanan pengunjung sangat bergantung pada estetika dan kebersihan lingkungan. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bergerak sendiri tanpa adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam menjaga kerapian wilayahnya masing-masing.
“Kesadaran menjaga kebersihan dan lingkungan harus benar-benar tumbuh. Kalau ada dua pilihan, lingkungan kotor dan lingkungan bersih, orang pasti akan datang ke tempat yang bersih. Jika masyarakat ingin hidupnya berubah dan daerah ini maju, semua harus ikut bergerak,” ujar Bupati Egi.
Kritik Konstruktif: Mulai dari Diri Sendiri
Dalam sambutan yang penuh ajakan introspeksi, Bupati mengingatkan agar masyarakat tidak hanya pandai melontarkan kritik kepada pemerintah, tetapi juga harus berani mengevaluasi perilaku diri sendiri terhadap lingkungan.
Beberapa poin penekanan Bupati meliputi:
Berhenti Menyalahkan: Menekankan prinsip satu jari menunjuk orang lain, tiga jari menunjuk diri sendiri dalam hal tanggung jawab kebersihan.
Tanggung Jawab Bersama: Menjadikan Lampung Selatan ramai dan berkembang adalah tugas kolektif, bukan hanya tugas satu instansi.
Perubahan Perilaku: Memulai perubahan dari lingkungan terkecil (rumah dan lingkungan sekitar) sebagai pondasi pembangunan daerah.
Visi Kalianda Menuju Kota Tujuan
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus berupaya mempercantik tata kota dan fasilitas umum. Namun, Bupati menegaskan bahwa semua investasi infrastruktur tersebut akan sia-sia jika perilaku membuang sampah sembarangan masih terjadi. Kebersihan dan kerapian wilayah dipandang sebagai instrumen vital untuk "menghidupkan" Kalianda agar semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Bagaimana caranya Lampung Selatan ini bisa ramai dan berkembang, itu tanggung jawab kita bersama. Mari kita berbenah bersama untuk masa depan daerah,” tutupnya.