KALIANDA – Suasana Terminal Pasar Inpres Kalianda berubah menjadi panggung formal kenegaraan saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, melantik 29 pejabat struktural di tengah hiruk-pikuk aktivitas ekonomi warga, Rabu (4/2/2026). Langkah tidak biasa ini diambil sebagai pengingat keras bagi para aparatur bahwa muara dari setiap jabatan adalah pelayanan langsung kepada masyarakat, bukan kenyamanan fasilitas kantor.
Sebanyak 22 pejabat administrator dan 7 pejabat pengawas diambil sumpahnya di ruang publik, disaksikan langsung oleh para pedagang dan pengunjung pasar. Selain itu, Bupati juga menetapkan 7 pejabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) di berbagai eselon untuk mengisi kekosongan jabatan strategis.
Keluar dari Zona Nyaman: Melihat Realita Lapangan
Pemilihan lokasi pasar sebagai tempat pelantikan bukan sekadar seremonial. Bupati Egi menegaskan bahwa pejabat harus mampu merasakan langsung "denyut nadi" persoalan rakyat, termasuk keluhan para pedagang mengenai kondisi ekonomi pasar yang sedang lesu.
“Saya lantik bapak ibu semua di tengah masyarakat. Ini adalah pengingat bahwa realitas pengabdian tidak selalu sejuk dan nyaman. Jangan sampai setelah naik jabatan, bapak-ibu merasa jadi 'pejabat' lalu lupa daratan. Kita harus bekerja melihat realita bahwa hari ini pasar kita banyak yang mengeluhkan sepi,” tegas Bupati Egi dalam sambutannya.
Visi "Lamsel Betik": Bebas Transaksi Ilegal dan Korupsi
Dalam amanatnya, Bupati Egi menekankan karakter birokrasi yang harus dipegang teguh oleh seluruh pejabat, yakni semangat Lamsel Betik (Bebas Transaksi Ilegal dan Korupsi). Ia memberikan peringatan keras terkait pengelolaan anggaran agar tepat sasaran dan transparan.
Poin Utama Instruksi Bupati:
Empati dalam Pelayanan: Pejabat diminta bekerja dengan hati dan kepekaan sosial yang tinggi.
Pengawasan Publik: Mengingatkan bahwa setiap tindakan pejabat diawasi oleh banyak pihak, sehingga kejujuran menjadi harga mati.
Anti-Korupsi: Melarang keras adanya main-main dalam penggunaan anggaran daerah demi kepentingan pribadi atau golongan.
Jabatan sebagai Amanah Publik
Proses pelantikan di ruang terbuka ini menjadi simbol bahwa kekuasaan tidak bekerja dalam ruang hampa atau keheningan. Sebaliknya, jabatan publik selalu hadir di bawah sorotan, tuntutan, dan konsekuensi pelayanan kepada rakyat.
Bupati Egi berharap, dengan memulai masa jabatan dari pasar, para pejabat baru ini memiliki fondasi mental yang kuat untuk menghadapi tantangan ekonomi dan sosial di Lampung Selatan dengan integritas yang tak tergoyahkan.