BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung bersama DPRD dan instansi vertikal bergerak cepat menuntaskan persoalan Jembatan Kali Pasir di Way Bungur, Lampung Timur. Melalui rapat koordinasi yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Lampung, Mulyadi Irsan, Senin (9/2/2026), diputuskan langkah strategis untuk membangun kembali jembatan yang menjadi jalur vital distribusi dan mobilitas warga tersebut.
Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung, Yusnadi, menegaskan bahwa penanganan infrastruktur ini tidak boleh tertunda karena dampaknya yang sangat krusial bagi perekonomian lokal.
Dua Langkah Strategis Pemulihan Akses
Pemerintah menyepakati dua tahap pembangunan guna memberikan kepastian bagi masyarakat:
Solusi Darurat (Jangka Pendek): Pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih dalam waktu dekat. Fasilitas ini difokuskan untuk pejalan kaki dan kendaraan ringan agar konektivitas antarwilayah tidak terputus total selama masa konstruksi utama.
Solusi Permanen (Jangka Panjang): Pembangunan jembatan permanen oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan spesifikasi konstruksi yang lebih kokoh untuk menampung beban kendaraan berat dan berorientasi pada ketahanan jangka panjang.
Sinergi Lintas Sektoral dan Keterlibatan TNI
Rapat koordinasi ini melibatkan kekuatan penuh lintas instansi untuk mempercepat proses administratif dan teknis, di antaranya:
Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) & BBWS Mesuji Sekampung.
TNI (Kodam II/Sriwijaya & Korem 043/Gatam): Untuk pengamanan dan pendampingan teknis di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.
“Jembatan Kali Pasir Way Bungur ini sangat vital. Tidak bisa dibiarkan terlalu lama tanpa akses. Keterlibatan TNI menjadi bukti keseriusan negara dalam menjamin keselamatan dan kelancaran pembangunan ini,” ujar Yusnadi.
Komitmen Pengawalan Legislatif
Sebagai wakil rakyat dari Dapil Lampung Timur, Yusnadi berkomitmen untuk mengawasi setiap tahapan pembangunan agar terealisasi sesuai target. Ia meminta masyarakat mendukung proses pengerjaan di lapangan demi kepentingan bersama.
“Ini bukan sekadar jembatan, tetapi urat nadi kehidupan masyarakat. Saya pastikan aspirasi warga terus kami perjuangkan sampai jembatan permanen benar-benar berdiri,” pungkas Sekretaris Komisi IV tersebut.