BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung mengumumkan pengembalian kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka mulai Rabu (9/9/2026). Keputusan ini diambil seiring menurunnya durasi erupsi Gunung Anak Krakatau, membaiknya parameter kualitas udara, serta berkurangnya sebaran abu vulkanik di wilayah Lampung secara signifikan.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menjelaskan bahwa KBM tatap muka untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA yang sebelumnya menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat kembali berjalan dengan penerapan protokol kesehatan. Sebelum ruang kelas digunakan, Dinas Pendidikan Provinsi Lampung bersama BPBD telah melakukan pembersihan fasilitas sekolah di enam wilayah terdampak, yakni Bandar Lampung, Pringsewu, Pesawaran, Tanggamus, Lampung Selatan, dan Pesisir Barat.
Di sektor transportasi, operasional Bandara Radin Inten II kembali dibuka sejak pukul 10.00 WIB setelah area runway, taxiway, dan apron dibersihkan serta dinyatakan bebas paparan abu vulkanik. Sementara itu, layanan pelayaran penyeberangan di Selat Sunda dipastikan tetap beroperasi normal tanpa kendala.
Meskipun situasi berangsur pulih, sektor kesehatan mencatat 2.416 kasus ISPA akibat sebaran abu. Pemprov Lampung telah menyiagakan tim krisis kesehatan dan menyalurkan bantuan masker ke wilayah pesisir. Masyarakat diimbau untuk tetap menggunakan masker di luar ruangan, mematuhi radius aman 3 kilometer dari kawah aktif, serta tidak melakukan aksi borong (panic buying) masker maupun alat kesehatan. (Diskominfotik Provinsi Lampung)