Gubernur Lampung: Produktivitas Padi Naik 10 Persen Berkat Sinergi PM-AAS dan Program POC

 


 LAMPUNG TENGAH — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Panen Padi Model Program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan panen pada lahan demonstration farm (demfarm) seluas 100 hektare yang dikelola oleh empat kelompok tani tersebut mencatatkan hasil ubinan mencapai 11,4 ton per hektare, melebihi rata-rata produksi konvensional.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyatakan bahwa keberhasilan uji coba ini membuktikan efektivitas integrasi teknologi modern dan program Pupuk Organik Cair (POC) dalam meningkatkan produktivitas tanaman padi hingga di atas 10 persen.

"Alhamdulillah, modeling PM-AAS di Lampung hari ini dipanen dan ubinannya luar biasa, 11,4 ton. Piloting ini berhasil dan akan kita ekstensifikasi agar diterapkan sebanyak-banyaknya di Provinsi Lampung," ujar Gubernur.

Sebagai bentuk komitmen, Pemprov Lampung siap mendukung target Kementerian Pertanian untuk memperluas cakupan PM-AAS hingga 35.000 hektare sampai Desember 2026. Langkah ini juga ditopang oleh pendistribusian 4 juta liter POC ke 2.500 desa guna memperkuat kemandirian sarana produksi petani.

Melalui integrasi PM-AAS, peningkatan Indeks Pertanaman (IP), serta bantuan mekanisasi seperti drone sprayer dan irigasi perpompaan, Pemprov Lampung menargetkan total produksi padi daerah dapat menembus angka 3,5 juta ton pada tahun 2026.

Penanggung Jawab Luas Tambah Tanam (LTT) dan Swasembada Pangan Provinsi Lampung, Tin Latifah, mengapresiasi terobosan Pemprov Lampung. Ia menegaskan posisi Lampung sebagai salah satu dari lima besar provinsi penyokong pangan nasional yang sangat menentukan pencapaian swasembada pangan Indonesia.

ADMIN

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama