Hadir di Radin Inten Beach, Menko Zulkifli Hasan Dukung Koperasi Desa Wisata

 



LAMPUNG SELATAN — Sektor pariwisata pesisir Kabupaten Lampung Selatan kembali mendapatkan momentum akselerasi melalui gerakan kreatif berbasis kemahasiswaan. Memanfaatkan wajah baru Radin Inten Beach (eks Pantai Pasir Putih) di Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila) sukses menggelar Begawi Festival 2026. Manifestasi pengabdian masyarakat ini dirancang secara taktis untuk mengintegrasikan tiga pilar pembangunan daerah, yakni konservasi lingkungan hidup, pelestarian adat, dan promosi destinasi wisata unggulan.

Mengusung draf tema “Akselerasi Generasi Muda dalam Harmonisasi dan Kreativitas terhadap Kelestarian Lingkungan di Bumi Siger Lampung”, festival ini mengonsolidasikan ratusan mahasiswa, pelajar, dan relawan lintas daerah. Kehadiran para intelektual muda ini mentransformasikan kawasan pantai menjadi panggung akulturasi budaya dengan menampilkan secara paralel kekayaan adat istiadat dari dua pilar luhur, yakni kebudayaan Lampung ragam kesukuan Sai Batin dan Pepadun.

Strategisnya agenda ini memikat kehadiran sejumlah tokoh nasional dan daerah. Tercatat, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan hadir langsung mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung guna meninjau efektivitas gerakan pemuda tersebut.



"Modernisasi dan kemajuan infrastruktur makro daerah wajib berjalan simultan dengan penguatan karakter berbasis identitas kelokalan. Penyelenggaraan Begawi Festival ini menjadi instrumen penting dalam membumikan kembali falsafah hidup masyarakat Lampung, khususnya nilai-nilai Piil Pesenggiri, ke dalam sanubari generasi Z dan milenial. Nilai kultural inilah yang membedakan pariwisata Lampung dengan daerah lain sekaligus menjadi benteng pertahanan jati diri pemuda di tengah disrupsi zaman," urai Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.

Senada dengan visi tersebut, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan melayangkan seruan mengenai restrukturisasi peran tokoh adat dan pemangku kebudayaan sebagai instrumen pemersatu bangsa. Otoritas pusat menegaskan bahwa diversifikasi adat di Lampung merupakan modal sosial (social capital) yang sangat mahal untuk menciptakan stabilitas wilayah. Bersamaan dengan itu, pemerintah pusat melayangkan komitmen regulasi untuk menyokong penetrasi ekonomi pedesaan melalui optimalisasi fungsi koperasi desa di sekitar lingkar kawasan wisata pesisir Lampung Selatan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memosisikan Begawi Festival 2026 sebagai bukti konkret kemampuan mahasiswa dalam meretas kejenuhan promosi pariwisata konvensional. Kolaborasi pentaheliks yang mempertemukan simpul birokrasi, akademisi kampus, lembaga adat, komunitas lingkungan, dan pelaku usaha lokal ini diproyeksikan melahirkan dampak ekonomi berganda (multiplier effect). Tata kelola Radin Inten Beach yang kini semakin bersih dan sarat aktivitas kebudayaan diharapkan mampu mendongkrak angka kunjungan wisatawan domestik secara konsisten dan berkelanjutan.

ADMIN

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama