BANDAR LAMPUNG – Semangat emansipasi terpancar kuat di Lapangan Korpri, Senin (20/4/2026), saat Pemerintah Provinsi Lampung menggelar upacara peringatan Hari Kartini 2026. Dengan mengusung tema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi”, momentum ini menjadi bukti nyata bahwa visi Raden Ajeng Kartini telah bertransformasi menjadi kekuatan birokrasi dan pembangunan di Bumi Ruwa Jurai.
Kepemimpinan Perempuan di Birokrasi Lampung
Dalam amanat Gubernur Lampung yang dibacakan oleh Wakil Ketua III DPRD Provinsi Lampung, Maulidah Zauroh, M.A.Pd., terungkap data membanggakan mengenai keterwakilan perempuan dalam pemerintahan. Saat ini, dari 48 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, sebanyak 14 jabatan telah diisi oleh perempuan.
"Hal ini menunjukkan bahwa perempuan Lampung memiliki kapasitas, kompetensi, dan daya saing tinggi. Mereka bukan lagi pelengkap, melainkan pemimpin yang mengambil peran strategis dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah," ungkap Maulidah.
Refleksi Sejarah: Dari Pingitan Menuju Perubahan
Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, hadir membacakan sejarah perjuangan Raden Ajeng Kartini. Ia mengingatkan kembali bahwa keterbatasan "pingitan" yang dialami Kartini saat berusia 12 tahun justru menjadi pemantik lahirnya pemikiran progresif melalui karya monumental Habis Gelap Terbitlah Terang.
"Pendidikan adalah pintu kemajuan. Perjuangan Kartini adalah simbol perlawanan terhadap ketidakadilan, yang membuka akses bagi perempuan Indonesia untuk berpikir mandiri dan memiliki kesempatan yang setara," tutur Purnama Wulan Sari Mirza.
Empat Pilar Pemberdayaan Perempuan Lampung
Melalui peringatan tahun ini, Pemerintah Provinsi Lampung menetapkan empat fokus utama untuk memperkuat peran perempuan:
Pendidikan & Pelatihan: Meningkatkan kualitas SDM perempuan agar lebih kompetitif.
Ekonomi Mandiri: Mendorong partisipasi perempuan dalam sektor UMKM dan kewirausahaan.
Perlindungan Nyata: Memperkuat proteksi terhadap perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan.
Budaya Setara: Membangun ekosistem sosial yang menjunjung tinggi keadilan gender.
Kartini Modern sebagai Penggerak Perubahan
Menutup amanatnya, Gubernur Lampung menekankan bahwa kesetaraan gender adalah tanggung jawab kolektif. Perempuan Lampung dipandang sebagai "Kartini Modern" yang memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda ekonomi dan inovasi.
"Selamat Hari Kartini 2026. Teruslah menjadi perempuan yang tangguh, mandiri, dan menginspirasi bagi sesama," pungkasnya.