Bandar Lampung – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat terus mendorong penguatan sektor pertambakan sebagai salah satu pilar ekonomi daerah. Hal ini ditandai dengan pertemuan bersama Perkumpulan Petambak Pesisir Barat Kelompok Usaha Bersama (KUB) “Juara Pesibar” yang digelar di Lamban Kayu, Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).
Pertemuan tersebut bertujuan membahas perkembangan sektor pertambakan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha tambak dalam mendukung program-program Bupati Pesisir Barat.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, S.K.M., S.H., M.M., bersama sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Asisten Administrasi Umum, Inspektorat, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Badan Pendapatan Daerah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Perumahan Rakyat dan Lingkungan Hidup, Bagian Hukum, Badan Perencanaan dan Inovasi Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Bagian Tata Pemerintahan.
Ketua Perkumpulan Petambak KUB Juara Pesibar, M. Sefta Ferdinan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat terhadap sektor pertambakan. Ia menegaskan komitmen para petambak untuk mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil tambak.
“Kami berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, baik dari sisi pembinaan, infrastruktur, hingga akses pemasaran. Dengan sinergi yang baik, sektor pertambakan di Pesisir Barat dapat berkembang lebih pesat dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan para petambak. Menurutnya, sektor pertambakan memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah yang harus terus dikembangkan secara optimal.
“Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan sektor pertambakan. Namun, keberhasilan ini tentu membutuhkan kerja sama yang solid antara pemerintah dan para pelaku usaha, termasuk KUB Juara Pesibar,” kata Tedi.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh OPD terkait harus berperan aktif sesuai dengan tugas dan fungsinya, mulai dari kemudahan perizinan, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi para petambak.
Dalam sesi dialog, para petambak menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya terkait peningkatan kualitas infrastruktur tambak, kemudahan akses permodalan, serta stabilitas harga hasil produksi.
“Kami berharap adanya solusi konkret terkait akses permodalan dan pendampingan teknis, agar usaha tambak kami bisa lebih optimal,” ungkap salah satu perwakilan petambak.
Menanggapi hal tersebut, OPD terkait menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan akan memperkuat program pembinaan dan pendampingan teknis, sementara Dinas Penanaman Modal dan PTSP siap memfasilitasi kemudahan perizinan usaha.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan para petambak, sehingga sektor pertambakan mampu tumbuh secara berkelanjutan dan berdaya saing tinggi, serta memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)
