KALIANDA, LAMPUNG SELATAN – Upaya penguatan ekonomi kreatif di Kabupaten Lampung Selatan mendapatkan momentum baru. Ketua Dekranasda Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, secara simbolis membagikan 50 guci gerabah karya pengrajin lokal kepada pengurus TP PKK dan Dekranasda di Kantor Dekranasda setempat, Selasa (10/3/2026).
Aksi ini merupakan bentuk apresiasi nyata sekaligus langkah strategis untuk mempromosikan produk handicraft daerah agar lebih dikenal luas, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Keberagaman Budaya sebagai Nafas Kreativitas
Dalam sambutannya, Zita Anjani menyampaikan rasa bangga atas bertahannya tradisi kerajinan gerabah di Lampung Selatan. Ia menekankan bahwa keberagaman suku—mulai dari Lampung, Jawa, Bali, hingga Sunda—di wilayah tersebut menjadi kekayaan yang melahirkan karya seni unik.
“Lampung Selatan sangat kaya akan keberagaman. Keberadaan pengrajin gerabah ini membuktikan bahwa kreativitas masyarakat kita mampu melahirkan produk yang memiliki nilai seni sekaligus potensi ekonomi tinggi,” ujar Zita.
Sinergi PKK dan Dekranasda sebagai Motivator Ekonomi
Zita mengajak para pengurus PKK dan Dekranasda untuk tidak sekadar menjadi administrator, tetapi berperan aktif sebagai motivator bagi para pelaku UMKM dan pengrajin yang baru tumbuh di lingkungan masing-masing.
“Ibu-ibu PKK harus ikut memotivasi. Jika ada pengrajin yang baru tumbuh, kita dukung dan bantu promosikan. Niat baik pemerintah untuk hadir dan memberikan perhatian adalah kunci agar masyarakat merasakan manfaat nyata dari ekonomi kreatif,” tambahnya.
Optimalisasi Gedung Dekranasda
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua TP PKK Reni Apriyani Anwar dan Ketua DWP Ratna Yanuana Supriyanto. Zita berharap Kantor Dekranasda Lampung Selatan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai:
Ruang Kreativitas: Wadah bagi masyarakat untuk belajar dan mengembangkan teknik kerajinan.
Etalase Promosi: Pusat pameran produk unggulan daerah bagi wisatawan.
Pusat Inkubasi: Tempat pembinaan bagi pengrajin lokal agar produknya memenuhi standar pasar global.
Penyerahan 50 guci ini menjadi simbol bahwa produk lokal Lampung Selatan memiliki kualitas yang patut dibanggakan dan layak menghiasi ruang-ruang formal maupun hunian masyarakat sebagai bagian dari kebanggaan menggunakan produk dalam negeri.