KALIANDA – Pemandangan berbeda terlihat di Dermaga BOM Kalianda pada Selasa sore (6/1/2026). Kawasan pesisir yang biasanya menjadi pusat wisata dan ekonomi nelayan, mendadak menjadi saksi bisu prosesi sakral pelantikan 17 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, memilih lokasi terbuka berlatar laut ini sebagai simbol kuat bahwa birokrasi periode 2026 harus melebur dengan rakyat, adaptif terhadap potensi wisata, dan menjunjung tinggi nilai budaya lokal.
Birokrasi Tanpa Sekat
Para pejabat yang dilantik tampil elegan dengan perpaduan seragam dinas harian dan atribut adat Lampung, yakni Tukus (pejabat pria) serta Kumbut (pejabat perempuan). Pemilihan Dermaga BOM sebagai lokasi pelantikan bukan tanpa alasan. Bupati Egi ingin menanamkan pola pikir baru bahwa jabatan adalah tentang kedekatan, bukan jarak.
“Saya ciptakan suasana ini agar tidak ada batas antara pejabat dengan rakyat. Kita harus bisa mendengar langsung aspirasi dan harapan masyarakat Lampung Selatan tepat di tempat mereka beraktivitas,” tegas Bupati Egi dalam sambutannya di tengah semilir angin dermaga.
Pesan Integritas dan Warisan Kepemimpinan
Dalam suasana menjelang senja yang reflektif, Bupati Egi memberikan pesan mendalam tentang makna waktu. Ia mengingatkan bahwa jabatan bersifat sementara, sehingga setiap detik harus diisi dengan kerja nyata yang berdampak.
“Waktu terus berjalan. Pertanyaannya, warisan apa yang akan kita tinggalkan sebelum masa jabatan itu berakhir? Kepercayaan ini harus dibayar dengan kerja nyata, disiplin, dan integritas. Saya tidak butuh pejabat yang hanya menunggu laporan; turunlah ke masyarakat dan hilangkan ego sektoral,” imbuhnya.
Pariwisata sebagai Lokomotif Ekonomi 2026
Pelantikan di ruang publik ini juga menegaskan visi Bupati Egi untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai jembatan kesejahteraan. Seluruh perangkat daerah diminta untuk menyinkronkan program mereka demi mendukung pariwisata berkelanjutan dan percepatan pembangunan Lampung Selatan Maju.
“Tahun 2026 ini kita harus berlari. Kita punya modal sosial yang kuat dari keberagaman suku dan budaya. Hanya dengan kolaborasi dan kerja kompak kita bisa maju,” jelas Bupati.
Aksi Nyata untuk Lingkungan
Menutup rangkaian acara, Bupati Egi bersama para pejabat yang baru dilantik melakukan penaburan benih ikan di perairan sekitar Dermaga BOM. Aksi ini menjadi simbol komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan ekosistem laut dan ketahanan pangan lokal. Bupati juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga, menyerap kesan dan harapan masyarakat terhadap jajaran pimpinan yang baru.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Lampung Selatan untuk menunjukkan wajah pemerintahan yang inklusif, transparan, dan berakar pada kearifan lokal.